|
|
|
|
| |
Bagaimana Proses Terbentuknya Karat?
Karat pada dasarnya adalah sebuah proses kimia elektronik,
dimana reaksi kimia terjadi lewat pertukaran elektron.
|
| Pada kondisi normal, metal pada kendaraan mengandung iron atoms (atom besi), impurities (material tidak murni) dan free electrons (elektron bebas) dalam jumlah besar. Impurities memiliki sedikit ion positif karena itu menimbulkan perbedaan voltase antara atom impurity dan atom besi. Dalam hal ini atom besi yang menjadi katoda (-) dan atom impurity yang menjadi anoda (+). Perbedaan voltase ini biasanya sekitar 1.1 Volt. |
 |
| Karena atom-atom impurity mempunyai voltase yang lebih tinggi maka ada daya tarik-menarik dengan elektron bebas yang mana memiliki ion negatif. Jika udara lembab pada kendaraan anda, maka udara lembab tersebut akan menjadi elektrolit yang menjadi bahan penghantar bagi elektron bebas untuk pindah dari atom besi (-) dan menyerang impurities (anoda) yang mempunyai ion positif pada metal kendaraan. Reaksi demikian disebut proses oksidasi (pengkaratan). Di daerah pesisir pantai yang udaranya memiliki kandungan garam yang cukup tinggi (berasal dari laut) dapat meningkatkan proses pengkaratan. |
 |
| |
Berikut ini adalah faktor-faktor yang memicu terjadinya karat.
BESI (BAJA) + AIR + ELEKTRON BEBAS = KARAT
Tanpa salah satu faktor diatas, karat tidak akan dapat timbul.
>> Pencegahan Karat |
| |
|
|
|